Ingat 8 Hal Berikut Supaya KKN-mu Tak Jadi KKN Nelangsa

img_0552-2

Kuliah Kerja Nyata atau KKN merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh mahasiswa di beberapa kampus, utamanya kampus UGM dalam rangkaian masa studinya. Kegiatan yang berlangsung selama setidaknya satu setengah bulan ini, dimaksudkan agar mahasiswa(i) dapat melakukan pengabdian secara nyata kepada masyarakat. Lebih-lebih mengingat predikat UGM sebagai kampus ‘kerakyatan’, maka KKN harus dijalankan dengan penuh kesadaran oleh mahasiswa(i)nya.

Tak hanya sekadar mengabdi, KKN sering juga membawa sejuta kenangan bagi yang menjalani. Mulai dari indahnya cinta lokasi, syahdunya hidup dalam kebudayaan yang berbeda, hingga masalah nilai pasca KKN. Salah satu pengalaman terkait KKN yang cukup viral dibicarakan di kalangan mahasiswa UGM baru-baru ini adalah rangkaian cerita ‘KKN Nelangsa’ oleh seorang mahasiswi yang menjalani KKN di Kerom, Papua. Nah, bagi kalian yang akan menjalani KKN, berikut beberapa hal yang harus kalian ingat agar tidak lagi terjadi kasus serupa.

1. Ingat bahwa KKN bukan sekedar pindah tempat menginap

Lokasi KKN bukan hanya akan menjadi tempat kalian menginap saja. Lokasi ini akan menjadi ladang penggemblengan diri dimana adat istiadat dan norma-norma setempat berlaku. Sebagai mahasiswa yang ‘numpang’, para mahasiswa KKN dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan tempat KKN. Tak hanya bisa menyesuaikan diri, namun mahasiswa KKN juga dituntut untuk bisa berbaur dengan masyarakat. Akan menjadi sangat menyusahkan jika mahasiswa KKN tidak bisa berbaur dengan masyarakat sekitar. Ketidakmampuan mahasiswa KKN berbaur dengan masyarakat akan mengganggu komunikasi terkait program-program yang akan kalian jalani, tapi juga akan mengganggu kenyamanan kalian sendiri saat berada di lokasi KKN kalian.

2. Tim KKN mu adalah keluarga terdekatmu semasa KKN

Entah jauh atau dekat lokasi KKN yang kalian pilih, selalu ingat bahwa kalian diharuskan untuk bekerjasama dan tidak egois. Membangun kenyamanan antar anggota tim sangat diperlukan karena segala macam kebutuhan juga masalah akan kalian hadapi dengan satu tim KKN kalian. Mungkin kalian akan merasa lebih dekat dengan masyarakat sekitar lokasi KKN, tapi ingat bahwa kalian datang secara bersama-sama dalam satu tim, maka segala masalah juga harus dihadapi bersama-sama. Harus tetap ada batasan antara hal yang perlu diketahui oleh tim KKN kalian saja atau patut diketahui oleh publik. Jadi, perlakukanlah teman satu tim KKN kalian layaknya keluarga sehingga dapat dicapai kenyamanan dan solidaritas dalam satu tim.

3. Bicarakan segala masalah secara kekeluargaan

Biasakan untuk membicarakan berbagai macam hal secara kekeluargaan. Hindari membicarakan teman satu tim KKN di belakang mereka. Jika memang masalah pribadi, tegur dan bicarakan langsung pada orangnya saja agar orang yang ditegur tidak merasa malu dan sebal masalahnya go public. Akan tetapi jika masalahnya dirasa cukup menganggu dan cara pertama tidak mempan, bisa dibicarakan salam forum keluarga satu tim KKN kalian. Ingat, membicarakan keburukan teman satu tim KKN kalian di belakang mereka tidak akan menyelesaikan apapun. Malah justru akan merusak kekeluargaan kalian dan bahkan ke program-program yang akan tim kalian jalani.

4. Jangan hanya berpangku tangan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam pelaksanaan KKN kalian tidak hanya akan bekerja secara pribadi, namun juga secara tim. Asah kepekaan kalian terhadap lingkungan sekitar. Berusahalah untuk bergerak, membantu teman satu tim, teman beda tim, dan juga masyarakat. KKN hanya satu setengah bulan, jadi tidak masalah jika menjadi sedikit lebih giat dan peka dari sebelumnya, bukan? Contoh secara kecilnya adalah masalah kebersihan podokan. Membagi tugas memang diperlukan tapi tidak ada salahnya untuk membantu jika kalian memang sedang tidak ada kerjaan, kok! Hitung-hitung dapat pahala dan makin akrab.

5. Hindari sikap mementingkan kepentingan pribadi

Semua orang memiliki prioritas macam-macam. Dalam kegiatan KKN kalian benar-benar akan dilatih bagaimana untuk bisa meletakkan sejenak keinginan pribadi. Salah satu kasus yang sering menimpa tim KKN adalah masalah izin kepulangan. Biasanya, setiap anak akan diberikan izin selama lima hari untuk bisa pulang menemui keluarga. Nah, hal ini sangat berpotensi menimbulkan kecemburuan antar anggota tim. Maka diperlukan musyawarah secara jujur, adil, dan terbuka agar kata mufakat yang dicapai bisa merangkul anggota tim.

6. Kendalikan ego

Jauh dari kampung halaman, sanak saudara, juga tekanan selama KKN kadang menjadi pemicu terbesar tidak terkendalinya ego. Masih ditambah lagi dengan tekanan budaya juga program yang menguras tenaga. KKN sebagai miniatur kehidupan bermasyarakat, pasti tak bisa lepas dari pahit manisnya kehidupan bermasyrakat itu sendiri. Maka bijaklah dalam mengendalikan ego masing-masing.

7. Jangan enggan untuk meminta tolong, mengatakan maaf, dan mengucapkan terima kasih

Menurut beberapa penelitian, tiga kata ini merupakan kata-kata mujarab untuk menyentuh hati seseorang. Meminta tolong bukan berarti kalian lemah. Meminta maaf juga bukan berarti kalian salah. Mengucapkan terima kasih juga tidak perlu menunggu seseorang melakukan hal-hal yang besar. Contohnya saja, piket untuk bebersih pondokan, jika teman kalian tidak peka, jangan terburu-buru baper dan jengkel sendiri. Coba deh dengan santai minta bantuan mereka jika kamu merasa keberatan melakukannya sendirian. Atau untuk kata maaf, jika melihat teman kalian cemberut dan aneh, jangan terbawa emosi. Coba ucapkan maaf, suasana pasti akan mencai dan si doi akan pelan-pelan bercerita menyoal rasa sebalnya. Untuk kata terima kasih, hal ini sangat penting dilakukan antar masing-masing individu. Kata maaf terbukti mampu membangkitkan motivasi dan semangat seseorang dalam bekerja. Contohnya saat sedang memasak bersama, kamu meminta salah seorang temanmu mengambilkan garam. Jangan lupa untuk mengucapkan ‘tolong’ lalu ‘terima kasih’. Dijamin KKN kalian akan lancar jaya.

8. Jalani dengan ikhlas dan jangan banyak mengeluh

KKN memang tidak mudah, apalagi segala programnya. Belum lagi komplain dari sesama anggota tim atau masyrakat. Segala hal yang terjadi jalani dengan ikhlas dan jangan banyak mengeluh. Dari pada membuang-buang waktu untuk sebal, jengkel dan marah-marah tidak jelas, akan lebih baik jika kamu terus bekerja dan memperbaiki kesalahan, menjalin komunikasi lagi dengan pihak-pihak terkait. Lagian, apakah segala masalah akan selesai dengan keluhan?

Itu dia beberapa tips agar KKN-mu tidak berakhir menjadi KKN nelangsa. Selamat mengabdi di seluruh penjuru negeri, kebanggaan Gadjah Mada! (IMNS)

Salam suKSEs!

Ingat 8 Hal Berikut Supaya KKN-mu Tak Jadi KKN Nelangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *