Sebuah Renungan: Pemberi Kasih Tanpa Syarat

Sebuah Renungan: Pemberi Kasih Tanpa Syarat

Oleh: Seva Gliska Nefertiti

(Penerima Beasiswa KSE UGM 2016/2017)

img_2662-2

Tuhan adalah pribadi yang berbeda-beda bagi setiap orang. Tuhan akan menjadi musuh bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan dengan baik. Tuhan bisa menjadi seorang yang gila akan kuasa, jahat, dan kejam bagi orang-orang yang belum memberikan iman mereka kepada-Nya. Bahkan bagi para atheis, Tuhan hanyalah sosok yang dibuat oleh manusia karena Tuhan tidak pernah menampakkan wujudnya. Tuhan bisa jadi pribadi yang pelit bagi orang yang merasa permintaannya belum pernah dikabulkan.

Hal ini akan berbeda bagi orang-orang yang pernah merasakan kehadirat Tuhan dalam hidupnya. Bagi orang-orang yang beriman, Tuhan adalah satu-satunya tempat jawaban atas segala doa dan pergumulan mereka. Mereka juga percaya bahwa Tuhanlah yang menciptakan dunia, termasuk segala isinya. Sebagai pencipta, Tuhan ingin selalu disembah. Orang-orang yang beriman giat menyembah Tuhan, dengan keyakinan bahwa penyembahan yang mereka lakukan akan menyenangkan Tuhan. Karena itu Tuhan pencemburu, Ia hanya ingin semua orang menyembah-Nya, bukan ciptaan-Nya sepert pohon, batu besar, dan manusia. Selain itu, Tuhan juga bisa marah, menegur, dan menguji kepercayaan kita kepada-Nya dengan bencana dan permasalahan.

Tuhan bukanlah seorang penyihir, juga bukan seorang pesulap yang bisa membuat mu’jizat dan menciptakan dunia. Tuhan adalah sumber dari segala sumber, yang terbaik dari segala yang baik, dan yang paling berkuasa atas segala penguasa.

Bagi saya pribadi, Tuhan adalah satu-satunya Dzat yang paling baik hingga kapanpun. Dia adalah pribadi yang selalu memberikan pengampunan kepada kita, sesering apapun kita jatuh dalam dosa. Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya. Tuhan adalah hidup. Dia akan menyapa kita melalui matahari yang selalu terbit, Dia akan menjaga kita melalui orang-orang yang ada disekeliling kita, dan Dia akan berkata-kata kepada kita melalui firman-Nya.

Bagi saya, Tuhan itu penuh kasih, selalu memberi pengampunan kepada siapapun yang datang kepada-Nya. Dia ajaib, Dia penuh kuasa, Dia bisa menciptakan suka cita dalam duka cita, dan kebaikan-Nya pada saya tidak akan pernah cukup dituangkan dalam kata-kata.

Aku mengasihimu, Tuhan.

Sebuah Renungan: Pemberi Kasih Tanpa Syarat

One thought on “Sebuah Renungan: Pemberi Kasih Tanpa Syarat

  • February 7, 2017 at 9:16 AM
    Permalink

    Good, sangat terberkati ☺

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *